9
22

Cara Budidaya Cacing Tanah untuk Pemula

Sebagian orang mungkin akan geli atau bahkan takut untuk memegang cacing tanah.

Namun, hewan yang satu ini memiliki potensi yang menjanjikan.

Itu sebabnya banyak pebisnis yang beralih profesi ke usaha budidaya cacing tanah.

Ada 3 hal yang membuat usaha ini sangat diminati, yaitu murah, mudah dan menguntungkan. 

Bisnis Plan Budidaya Cacing Tanah

Bisnis Plan Budidaya Cacing Tanah

Agar usaha yang dijalankan menjadi semakin terarah, tentu membutuhkan serangkaian bisnis plan yang matang.

Beberapa hal yang harus Anda siapkan diantaranya adalah:

  • Belajar cara mengembangbiakkan cacing tanah yang baik dan benar.
  • Cari informasi melalui buku, internet, atau bertanya secara langsung ke peternak cacing tanah. 
  • Catat apa saja yang harus disiapkan sebelum memulai bisnis cacing tanah.
  • Perhitungkan berapa modal yang harus disiapkan. 
  • Mencari lokasi yang tepat untuk menjalankan bisnis peternakan cacing tanah. 
  • Tentukan bahan kandang yang murah tapi kuat dan tahan lama.
  • Membeli bibit unggul cacing tanah dari peternak cacing.
  • Siapkan peralatan dan perlengkapan yang harus dimiliki
  • Tentukan harga jual, omzet dan laba yang ingin dicapai.
  • Cari target market sebanyak-banyaknya.
  • Catat semua pengeluaran dan pendapatan yang diperoleh selama menjalankan bisnis cacing tanah.
  • Pilih media promosi yang tepat.
  • Pilih nama brand yang sesuai dan mudah diingat.

Kelebihan dan kekurangan Budidaya Cacing Tanah

Dalam menjalankan usaha budidaya cacing tidak selamanya akan berjalan mulus.

Binatang melata yang terlihat kotor ini bisa mendatangkan keuntungan yang menjanjikan bila Anda mengetahui seluk beluk cara membudidayakannya dengan baik. 

Kelebihan dari budidaya cacing tanah ini diantaranya adalah: 

  • Berpeluang tinggi mendatangkan kesuksesan.
  • Modal usaha yang dikeluarkan tidak terlalu besar.
  • Tidak butuh lahan yang luas.
  • Keuntungan yang dihasilkan berlipat ganda, bahkan bisa mencapai jutaan rupiah.
  • Proses pembiakan yang mudah dan cepat.
  • Bahan pakan cacing tanah mudah didapat.
  • Biaya operasional dan perawatan tidak terlalu mahal.
  • Mudah dalam mencari konsumen.
  • Limbah dari kotoran cacing bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Adapun kekurangan dalam bisnis budidaya cacing ini adalah:

  • Bisnis ini tidak cocok bagi orang yang tidak suka atau bahkan jijik terhadap cacing tanah. 
  • Butuh ketelatenan yang tinggi dalam menjalankan bisnis beternak cacing tanah. 
  • Media cacing tanah harus diganti secara rutin.
  • Pemberian pakan tidak boleh sampai telat.

Kendala dan Solusi Budidaya Cacing Tanah

Kendala dan Solusi Budidaya Cacing Tanah

Dalam semua usaha pasti tidak luput dari hambatan atau kendala saat menjalankannya.

Baik bagi pebisnis pemula, profesional, bahkan bagi seorang pekerja kantoran sekalipun.

Saat memutuskan untuk masuk ke dunia budidaya cacing tanah, beberapa kendala yang terjadi diantaranya adalah sebagai berikut: 

  1. Minimnya pengetahuan umum mengenai budidaya cacing tanah.
  2. Pengawasan yang kurang membuat gagal panen sering terjadi
  3. Lingkungan sekitar tempat usaha akan terkesan kumuh karena cacing butuh tempat yang lembab agar bisa berkembang dengan pesat.
  4. Berpotensi mendatangkan berbagai hama seperti kutu tanah, semut merah, rayap, tikus, kodok, bekicot, ulat tanah, kadal, dan unggas.
  5. Cuaca yang tidak bersahabat bisa menyebabkan cacing susah berkembang biak dengan pesat.

Untuk mengatasi berbagai kendala yang dihadapi saat menjalankan bisnis budidaya cacing tanah, solusinya adalah sebagai berikut:

  1. Gali informasi dengan aktif melalui internet, buku atau peternak berpengalaman.
  2. Lakukan observasi di lapangan.
  3. Area kandang tempat pembiakan cacing tanah harus dijaga tetap bersih dan basah.
  4. Menyediakan umpan makanan yang dicampur racun bagi semut merah.
  5. Tutup kandang cacing tanah dengan jaring atau kawat kasa agar terhindar dari gangguan unggas atau hewan pemangsa seperti ayam, burung, tikus, dan kadal.
  6. Pasang perangkap tikus di sekitar lokasi pemeliharaan cacing tanah.
  7. Pemberian belerang atau sulfur pada permukaan media bisa mengatasi serangan hama kutu. 
  8. Saat kemarau, jaga kelembaban kandang dengan melakukan penyiraman terhadap kandang dan lingkungan sekitar secara rutin.

Modal Usaha Budidaya Cacing Tanah

Modal Usaha Budidaya Cacing Tanah

Rincian modal yang harus disiapkan dalam menjalankan usaha budidaya cacing tanah adalah sebagai berikut: 

Investasi

  • Sewa lahan per bulan Rp500.000,-
  • Pembuatan kandang cacing tanah Rp2.500.000,-
  • Rak penyimpanan @Rp300.000,- x 10 buah Rp3.000.000,-
  • Total investasi Rp6.000.000,-
Baca Juga :  Cara Ternak Puyuh untuk Pemula

Biaya Tetap

  • Biaya penyusutan investasi per bulan Rp500.000,-
  • Gaji karyawan @Rp1.500.000 x 2 orang Rp3.000.000,-
  • Total biaya tetap Rp3.500.000,-

Biaya Variabel

  • Benih cacing @Rp60.000,-/kg x 40 kg Rp2.400.000,-
  • Pakan dari limbah sayuran Rp600.000,-
  • Plastik Rp1.200.000,-
  • Bahan media hidup cacing tanah Rp1.700.000,-
  • Air dan Listrik Rp.750.000,-
  • Olahan pelepah pisang Rp150.000,-
  • Total biaya variabel Rp6.800.000,-

Total biaya operasional = biaya tetap + biaya variabel Rp 9.300.000,- 

Analisa Keuntungan Budidaya Cacing Tanah

Analisa Keuntungan Budidaya Cacing Tanah

Dari perhitungan modal usaha tersebut di atas, bisa dilakukan analisa keuntungan budidaya cacing tanah sebagai berikut: 

Pendapatan per bulan

  • Rp75.000,-/kg x 150 kg  = Rp11.250.000,-

Keuntungan per bulan

  • Total pendapatan (-) total biaya operasional = laba
  • Rp11.250.000,- (-) Rp9.300.000,- = Rp1.950.000,-

BEP / Break Even Point (balik modal)

  • Total investasi / laba = BEP 
  • Rp6.000.000,- / Rp1.950.000,- = 3. 076

Anda bisa memperkirakan berapa modal, pengeluaran dan laba yang diperoleh saat menjalankan bisnis budidaya cacing tanah berdasarkan data tersebut di atas.

Hasil analisanya adalah, dengan modal investasi sebesar Rp6.000.000 dan keuntungan yang diperoleh setiap bulannya rata-rata Rp1.950.000 setelah dipotong biaya.

Maka, dalam jangka waktu 3 bulan Anda sudah bisa mendapatkan kembali modal yang ditanamkan. 

Persiapan Kandang Budidaya Cacing Tanah

Cara Budidaya Cacing Tanah

Seperti halnya dalam ternak kambing, ternak sapi, dan ternak kelinci, salah satu syarat sukses tidaknya bisnis budidaya cacing tanah adalah persiapan kandang sebagai media tumbuh kembang cacing.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: 

  1. Buat kotak-kotak untuk kandang. Bahan bisa terbuat dari bambu, bak plastik, kaca,  atau kayu dengan ukuran ukuran 90 x 50 x 30 cm.
  2. Sediakan plastik atau karung untuk penutup kandang. Ukuran plastik menyesuaikan ukuran kandang.
  3. Campur limbah pertanian atau limbah organik dengan pupuk kompos dan limbah pasar. 
  4. Masukkan ke dalam kandang atau kotak sekitar 15 cm.
  5. Campurkan air dan aduk sampai rata. 
  6. Cek tingkat kegemburannya.
  7. Diamkan selama 4 minggu sampai proses fermentasi terjadi.
  8. Masukkan kotoran hewan dan media hidup dengan perbandingan 30%:70%.
  9. Tambahkan kapur 1% sebagai penetral tingkat keasaman media tumbuh.
  10. Cacing bisa dimasukkan ke dalam kandang saat suhu mencapai 15-25 derajat celcius dan tingkat kelembaban mencapai 15-30%

Cara Memilih Indukan Cacing Tanah Berkualitas

Memiliki indukan atau bibit cacing yang berkualitas sangat penting untuk menunjang kesuksesan bisnis budidaya cacing tanah yang Anda jalankan.

Ciri-ciri dari bibit cacing yang baik diantaranya adalah sebagai berikut: 

  • Dewasa, usia antara 2,5 bulan sampai 3 bulan terhitung setelah menetas.
  • Sudah memiliki klitelum.
  • Tidak berbau.
  • Tidak berlendir atau berair.
  • Sehat dan ukurannya antara 8 sampai 14 cm.

Cara Mengawinkan Indukan Cacing Tanah

Cacing tanah bersifat hermaprodit yaitu memiliki dua jenis kelamin sekaligus.

Walaupun demikian,  mereka harus kawin silang dengan cara saling bertukar spermatozoid.

Untuk mengembangbiakkan cacing terdapat beberapa tahapan, yaitu:

  • Masukkan cacing indukan ke dalam kandang.
  • Ganti media setiap dua minggu sekali. Perhatikan apakah sudah nampak kokon atau telur cacing. 
  • 7 sampai 10 hari setelah perkawinan, kokon akan lepas dari tubuh cacing. 
  • Segera pisahkan cacing indukan dengan kokon yang sudah menetas agar indukan bisa kembali berkembang biak. 

Cara Memelihara Anakan Cacing Tanah

Dalam setiap kokon yang menetas akan menghasilkan 20 ekor anak cacing tanah.

Untuk proses pemeliharaannya adalah sebagai berikut:

  • Siapkan media khusus untuk anakan cacing tanah. 
  • Hindarkan media dari paparan sinar matahari secara langsung. 
  • Berikan pakan secara teratur. 
  • Ganti media setiap 2 minggu sampai satu bulan sekali.  

Cara Pemberian Pakan Cacing Tanah

Beberapa bahan pakan cacing tanah adalah pupuk kandang, ampas tahu, limbah pertanian, probiotik, tetes, dan air.

Cara pemberian pakan cacing adalah: 

  • Berikan pakan sehari sekali dengan perbandingan 1:1, yaitu 1 kg pakan : 1 kg cacing tanah.
  • Jenis pakan terbaik adalah kotoran ternak.
  • Pakan diberikan dalam bentuk bubur dengan perbandingan 1 pakan : 1 air.
  • Taburkan pakan secara merata di ⅓ bagian permukaan media.
  • Ganti bahan pakan cacing tanah secara berkala agar asupan vitamin tercukupi.

Perawatan Kesehatan Cacing Tanah

Agar budidaya cacing tanah bisa dipanen dalam jumlah yang besar tentu membutuhkan perawatan ekstra.

Hal ini agar cacing tidak terkena hama atau kurang asupan gizi. Perawatannya adalah sebagai berikut: 

  • Tutup kandang dengan plastik atau karung agar kelembaban terjaga.
  • Jaga kelembaban media dengan cara menambahkan air pada kandang ketika terlihat kering.
  • Beri pakan secara rutin dan dengan komposisi yang bervariasi.
  • Hindari media terkena sinar matahari secara langsung agar cacing tidak stres.

Perawatan Kebersihan Cacing Tanah

Salah satu yang harus diperhatikan dalam bisnis ini adalah masalah kebersihan kandang dan lingkungan sekitar.

Adapun cara perawatannya adalah sebagai berikut:

  • Bersihkan sekitar kandang cacing dan media hidup cacing agar terbebas dari hama dan predator. 
  • Lakukan penggantian media ketika media lama sudah terlalu penuh cacing dan kokon.

Strategi Marketing dan Promosi Bisnis Cacing Tanah

Strategi Marketing dan Promosi Bisnis Cacing Tanah

Kandungan gizi dan vitamin yang tinggi pada cacing tanah membuat budidaya cacing tanah menjadi salah satu bisnis yang paling diminati.

Lakukan hal berikut ini untuk meningkatkan omzet Anda:

  • Jual secara ecer kepada pemancing.
  • Tawarkan ke warung pakan ternak, warung obat, dan warung jamu.
  • Promosi ke berbagai media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, Line, dan lain-lain.
  • Berikan potongan harga kepada pelanggan setia.

Strategi Mengembangkan Usaha Cacing Tanah

Strategi Mengembangkan Usaha Cacing Tanah

  • Menjalin kerjasama dengan perusahaan farmasi, peternak ikan, usaha pemancingan, dan lain-lain.
  • Berikan penawaran potongan biaya kirim jika membeli dalam jumlah tertentu.
  • Manfaatkan blog dan website dan isi dengan informasi seputar usaha budidaya cacing tanah, manfaat, dan cara melakukan transaksi.
  • Gunakan aplikasi jualan online untuk menjangkau target market yang lebih luas lagi.

Tips Sukses Bisnis Cacing Tanah

  • Gunakan metode rak susun untuk media hidup cacing agar lahan bisa menampung lebih banyak kandang cacing tanah.
  • Gunakan box besar untuk menampung cacing dalam jumlah yang banyak.
  • Gunakan kotoran ternak dan limbah sayuran untuk mempercepat perkembangan tubuh cacing tanah. 

Budidaya cacing tanah bisa menjadi sumber pendapatan yang besar jika Anda mengikuti semua kiat-kiat yang ada.

Pelajari setiap poin dengan seksama dan terapkan dalam usaha yang Anda jalankan.

Dengan cara ini, Anda bisa mendapatkan penghasilan tanpa harus menjadi pegawai kantoran. 

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply