21

Cara Budidaya Kopi untuk Pemula

Siapa yang tidak mengenal kopi?

Semua pasti mengenal bahkan pernah mencicipinya.

Kopi saat ini menjadi sahabat dalam hal apapun, mulai dari mengerjakan tugas, berbincang dengan teman hingga teman saat begadang atau saat risau.

Tidak mengherankan bila kopi menjadi komoditas yang diperhitungkan di dunia usaha.

Bisnis Plan Budidaya Kopi

Bisnis Plan Budidaya Kopi

Anda ingin membangun usaha budidaya kopi? Simak dulu bisnis plan berikut ini dengan cermat.

  1. Sebelum memulai usaha, sangat dianjurkan untuk mempelajari seluk beluk usaha ini dengan baik
  2. Beri nama atau brand untuk usaha budidaya Anda ini, beri nama yang unik dan mudah diingat orang
  3. Siapkan modal yang cukup. Modal sesuaikan dengan skala usaha yang akan Anda bangun
  4. Pilih lahan yang sesuai. Hal terpenting adalah dengan memperhatikan kesuburan tanah
  5. Sediakan bibit kopi yang berkualitas. Cari supplier terpercaya, dan jangan tergiur dengan harga yang murah
  6. Susun strategi promosi yang menarik, dan jangan pernah bosan dalam berinovasi

Kelebihan dan Kekurangan Budidaya Kopi

Kelebihan dan kekurangan yang ada dalam budidaya kopi tentu berbeda dengan budidaya bawang merah, budidaya kedelai, dan budidaya semangka.  

Dengan demikian sebaiknya Anda ketahui kelebihan dan kekurangan yang ada dalam budidaya tanaman kopi ini.

Kelebihan budidaya kopi:

  • Biaya produksi relatif lebih rendah 
  • Banyaknya ragam kopi, seperti specialty coffe atau regular coffe 
  • Adanya perkembangan harga kopi bahkan di tingkat dunia 
  • Pasar dan permintaan kopi cukup luas 
  • Terbukanya peluang untuk mengembangkan produk kopi, misalnya kopi yang berbentuk setengah jadi, sudah jadi atau kopi instan

Kekurangan budidaya kopi:

  • Masih rendahnya produktivitas kopi di Indonesia, terutama kopi arabika dan robusta
  • Terbatasnya lahan untuk budidaya
  • Rendahnya kualitas mutu kopi Indonesia 
  • Kurangnya sarana serta prasarana pendukung industri kopi
  • Belum adanya hak paten untuk produk kopi

Kendala dan Solusi Budidaya Kopi

Kendala dan Solusi Budidaya Kopi

Kendala yang ada dalam budidaya kopi, diantaranya: 

  1. Tanaman kopi mudah diserang uret
  2. Tanaman naungan tidak tumbuh dengan optimal
  3. Pemanfaatan bahan kimia yang berlebihan 
  4. Gagalnya penyerbukan secara otomatis 
  5. Serangan hama dan penyakit

Solusi yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi kendala di atas ialah:

  1. Serangan uret bisa Anda atasi dengan mengumpulkan uret saat pengolahan lahan. Cara lain yang bisa Anda lakukan ialah menggemburkan tanah di daerah akar lalu mencampurkan insektisida
  2.  Tanaman naungan berfungsi untuk melindungi tanaman kopi dari cahaya matahari. Sebaiknya Anda menanam tanaman naungan seperti legume, lamtoro, gamal, atau kepro di antara tanaman kopi. 
  3. Bahan kimia biasa digunakan untuk membasmi gulma. Namun bila tanaman kopi masih kecil sebaiknya lakukan penyiangan secara manual. Hal ini untuk meminimalisir pembasmian gulma dengan bahan kimia.  
  4. Bila penyerbukan gagal maka akan menyebabkan gagal dalam proses pembuahan. Sehingga berikan perawatan yang maksimal untuk menghasilkan bunga dan buah yang banyak.
  5. Serangan hama dan penyakit menjadikan bunga menjadi rontok. Sebaiknya gunakan obat tanaman atau insektisida yang alami terlebih dahulu, baru menggunakan insektisida buatan pabrik untuk meminimalisir hama dan penyakit.

Modal Usaha Budidaya Kopi

Modal Usaha Budidaya Kopi

Berikut rincian modal budidaya kopi:

Baca Juga :  Cara Budidaya Jamur Tiram untuk Pemula

Biaya bahan dan peralatan 

  • Gerobak dorong 2 buah @ Rp. 320.000 Rp.  640.000
  • Handspray 2 buah @ Rp. 200.000 Rp.  400.000
  • Parang atau sabit 3 buah @ Rp. 45.000 Rp. 1.035.000
  • Cangkul 2 buah @ Rp. 60.000 Rp.   120.000
  • Pupuk (kandang, KCL, urea/ZA) Rp. 1.850.000
  • Insektisida dan sejenisnya 10 liter @ Rp. 100.000 Rp. 1.000.000
  • Total  Rp. 5.045.000

Biaya sarana produksi 

  • Sewa lahan Rp. 3.000.000
  • Benih kopi Rp. 1.000.000
  • Jasa karyawan Rp. 900.000
  • Perawatan Rp. 18.800.000
  • Total Rp. 23.700.000

Total keseluruhan modal yang Anda gelontorkan sebesar Rp. 28.745.000. 

Berikut perhitungan modalnya:

  • Modal = biaya bahan dan peralatan + biaya sarana produksi 
  • = Rp. 5.045.000 + Rp. 23.700.000
  • = Rp. 28.745.000

Namun modal tersebut bisa saja bertambah atau berkurang bila tidak sesuai dengan asumsi perhitungan yang ada di ata.

Analisa Keuntungan Budidaya Kopi

Analisa Keuntungan Budidaya Kopi

Jika diasumsikan rata-rata produksi yang dihasilkan 1 ton per ha dengan harga jual Rp. 20.000/kg, maka dapat diketahui.

Penghasilan produksi kopi tahun pertama sekitar Rp. 20.000.000, yang artinya belum bisa mengembalikan modal

Rata-rata keuntungan Anda diperoleh di tahun berikutnya.

Perhitungan biaya operasional: 

  • Perkiraan biaya untuk produksi Rp. 1.900.000
  • Biaya untuk jasa karyawan Rp. 1.800.000
  • Biaya lain yang tidak terduga Rp.   900.000
  • Total Rp. 4.600.000

Perhitungan keuntungan:

  • Asumsi pendapatan Anda = Rp. 20.000 X 1.000 kg
  • = Rp. 20.000.000
  • Total keuntungan = Rp. 20.000.000 – Rp. 4.600.000
  • = Rp. 15.400.000

Perhitungan balik modal:

  • Perhitungan ROI = total investasi : keuntungan 
  • = Rp. 28.745.000 : Rp. 15.400.000
  • = 1,86 

Dari asumsi di atas dapat disimpulkan bahwa modal yang diperlukan sebesar Rp. 28.745.000 dengan lamanya waktu balik modal sekitar 1,86 tahun atau kurang lebih selama 2 tahun.

Keuntungan yang diperoleh bisa lebih dari yang diasumsikan bila Anda bisa menjual kopi lebih banyak. 

Persiapan Lahan/Lokasi Budidaya Kopi

Cara Budidaya Kopi

Berikut beberapa persiapan lahan untuk budidaya kopi:

  1. Pembukaan lahan. Hal yang Anda lakukan ialah penebangan dan pembakaran terhadap pohon-pohon
  2. Pengairan. 
  3. Jarak tanam yang disesuaikan dengan jenis kopi
  4. Kemiringan lahan kurang lebih berkisar 2 sampai 2,25 meter
  5. Pengendalian erosi. Bila tingkat kemiringan kurang dari 8% sebaiknya dibuat rorak. Bila tingkat kemiringan lebih 8% sebaiknya dibuat rorak atau bangku
  6. Pembuatan teras bangku dengan vertikal kurang lebih 0,5 sampai 1 meter. 
  7. Penanaman tanaman penaung. Hal ini guna menaungi tanaman kopi. Jarak tanaman sekitar 2 sampai 4 meter.

Cara Memilih Bibit Kopi Berkualitas

Dalam budidaya ini diperlukan bibit kopi yang berkualitas.

Dengan demikian diperlukan kejelian untuk memilih bibit yang berkualitas.

Berikut ciri-ciri bibit yang berkualitas:

  • Tidak mudah terserang hama dan penyakit 
  • Bentuk dan ukuran biji seragam 
  • Ukuran buah dan bijinya sama besar 
  • Ranting kopi terdapat juga buah kopi 
  • Kulit buah tipis tetapi dagingnya tebal 
  • Struktur pohonnya kokoh dan memiliki cabang yang merata

Cara Menyemai Biji Kopi yang Baik

Ada syarat khusus untuk tempat penyemaian biji kopi, diantarannya:

  • Pilih tanah yang subur, cukup datar, dan mengandung banyak bunga tanah 
  • Dekat dengan sumber air 
  • Terdapat pohon naungan 
  • Buat lubang dengan ukuran kurang lebih 60 X 60 X 60 cm. Lubang harus ada 3 sampai 6 bulan sebelum budidaya dimulai
  • Jarak antar tanaman kopi setidaknya sekitar 2, 75 X 2,75 meter atau 2,5 X 2,5 meter
  • Terhindar dari hama dan penyakit 
  • Semprotkan larutan MIG-6PLUS dengan komposisi 10 ml MIG-6PLUS dengan 1 liter air. Komposisi tersebut untuk lahan seluas 10 m2

Cara Merawat/Pemeliharaan Tanaman Kopi

Budidaya kopi dapat berjalan dengan lancar bila Anda memberikan perawatan sebagai berikut: 

  • Penyulaman. Lakukan setelah bibit berumur 1 sampai 6 bulan dan lakukan seminggu dua kali
  • Penyiraman. Lakukan secara rutin. Pastikan tanaman kopi mendapatkan asupan air yang cukup terutama ketika musim panas.
  • Pemupukan. Gunakan dari sisa kebun, seperti kulit buah kopi. Taburkan di sekitar tanaman kopi. 
  • Pemangkasan pohon yang berbatang tunggal atau berbatang ganda.
  • Penyiangan gulma. Lakukan ketika tanaman kopi masih berusia muda. Hal ini agar mudah mengendalikan gulma pada tanaman yang sudah dewasa. Penyiangan gulma sebaiknya Anda lakukan seminggu sekali.
  • Pastikan tanaman kopi mendapatkan sinar matahari yang tidak berlebihan 

Cara Pengelolaan Tanah Budidaya Kopi

Budidaya kopi bisa dilakukan di daratan rendah ataupun tinggi, tergantung dari jenis kopi yang akan dibudidayakan.

Berikut cara mengolah tanah untuk budidaya kopi:

  • Secara umum, tanaman kopi memerlukan tanah yang gembur
  • Berikan pupuk organik untuk menambah kesuburan tanah
  • Atur pH tanah sekitar 4,5 sampai 6,5 
  • Tanam juga pohon peneduh atau tanaman naungan
  • Sebaiknya tanaman naungan sudah ditanam sekitar 2 atau 4 tahun sebelum budidaya dilakukan 

Cara Pengendalian Hama Budidaya Kopi

Tanaman kopi yang terserang hama akan mengurangi kualitas kopi, produktivitas, bahkan memicu kematian tanaman.

Dengan demikian diperlukan pengendalian hama, sebagai berikut:

  • Hama penggerek buah tanaman kopi. Biasanya menyerang tanaman kopi muda dan tua. Serangan hama ini mengakibatkan buah kopi berguguran dan busuk. Pengendalian yang bisa dilakukan ialah meningkatkan sanitasi kebun, pemangkasan tanaman naungan, memetik buah yang terserang, serta menyemprotkan insektisida.
  • Penyakit serangan nematoda. Pengendalian yang dilakukan ialah dengan menyambung tanaman dengan batang bagian bawah yang tahan serangan nematoda
  • Penyakit karat daun (HV). Gejala yang muncul ialah bercak kuning yang lama-lama menjadi kuning tua. Sebaiknya segera lakukan penyemprotan  insektisida. Antisipasi yang bisa Anda lakukan ialah memilih varietas kopi yang unggul serta melakukan kultur teknis.

Masa Panen Budidaya Kopi

Panen kopi dilakukan dengan cara bertahap, bisa sampai 4 atau 5 bulan.

Kopi yang bisa dipanen memiliki ciri sebagai berikut:

  1. Berusia 2,5 sampai 4 tahun, tergantung jenisnya
  2. Buah kopi tampak matang merata dengan warna merah
  3. Di Indonesia masa panen kopi biasanya di bulan Mei atau Juni serta berakhir bulan Agustus atau September
  4. Kopi mengandung senyawa gula yang tinggi. Sehingga buah kopi terasa manis
  5. Daging buah tampak lunak serta berlendir

Strategi Marketing dan Promosi Budidaya Kopi

Strategi Marketing dan Promosi Budidaya Kopi

Strategi marketing dan promosi budidaya kopi yang bisa Anda gunakan ialah:

  • Kenali target pasar dengan baik 
  • Menjual hasil budidaya pada perusahaan lokal atau warung kopi
  • Menjual hasil budidaya pada Foster
  • Promosikan nama usaha budidaya atau brand Anda melalui media sosial 
  • Mengekspor hasil budidaya hingga ke luar negeri

Strategi Mengembangkan Usaha Budidaya Kopi

Strategi Mengembangkan Usaha Budidaya Kopi

Selain strategi marketing dan promosi Anda juga perlu menyusun strategi mengembangkan usaha budidaya kopi.

Berikut strategi mengembangkan usaha yang bisa Anda lakukan.

  • Ciptakan konsep bisnis yang pas dengan segmen pasar
  • Buatlah olahan kopi yang menarik perhatian konsumen 
  • Membangun kemitraan usaha
  • Berikan harga khusus untuk pembelian kopi dalam jumlah yang banyak

Tips Sukses Bisnis Budidaya Kopi

Tips sukses yang bisa Anda terapkan untuk menjalankan usaha budidaya kopi Anda ini ialah:

  • Menggunakan bibit kopi yang unggul 
  • Menghindarkan tanaman dari sumber hama dan penyakit 
  • Berkomunikasi dengan sesama petani kopi. Hal ini untuk membangun relasi
  • Jangan pernah berhenti belajar
  • Selalu semangat dan jangan mudah putus asa

Itulah semua informasi seputar budidaya kopi.

Bila Anda ingin menjalankan usaha ini, sebaiknya mulai dengan rasa keyakinan dan keberhasilan dan tinggi.

Selamat mencoba! 

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply