57

Usaha Properti

Properti merupakan salah satu bisnis dengan keuntungan yang besar.

Sebagian orang memandang usaha properti adalah usaha yang membutuhkan modal besar.

Kenyataannya, bisnis yang satu ini juga bisa dimulai dengan modal kecil, asalkan bisnis plan yang diterapkan tepat.

Bisnis Plan Usaha Properti

Bisnis Plan Usaha Properti

Business plan merupakan langkah awal yang sejatinya harus dipersiapkan oleh para pelaku usaha.

Dalam dunia properti, bisnis plan yang harus Anda siapkan adalah sebagai berikut: 

  1. Bekali diri dengan wawasan yang luas. Wawasan yang dimaksud yaitu terkait dengan kondisi ekonomi yang berpengaruh terhadap perkembangan bisnis properti. Tujuannya agar terhindar dari krisis dan ancaman risiko terjadinya kerugian. 
  2. Perluas kemampuan dan pengetahuan terkait desain interior, eksterior, dan berbagai bidang arsitektur lainnya. 
  3. Mengetahui segmentasi pasar dan daftar calon pembeli potensial. Misalnya, ketika memiliki properti ruko, rumah, kantor, dan lainnya, Anda harus tahu kepada siapa menawarkannya. 
  4. Perhatikan daya beli. Misalnya, properti Rp300.000.000-an adalah properti yang paling banyak dicari di kawasan tersebut. 
  5. Bergabung dengan komunitas bisnis yang sama-sama terjun dalam bidang properti. 

Kelebihan dan Kekurangan Usaha Properti

Setiap bisnis memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Begitu juga dengan bisnis properti.

Sebagai salah satu usaha yang menjanjikan, inilah kelebihan-kelebihannya:

  1. Untung besar
  2. Banyak dicari konsumen
  3. Target pasar luas
  4. Bisa dijadikan sebagai passive income dengan cara disewakan
  5. Investasi jangka panjang
  6. Tidak terkena dampak inflasi
  7. Bisa dimulai dengan modal kecil dan tanpa modal sekalipun

Adapun kekurangan-kekurangannya adalah sebagai berikut:

  1. Memerlukan waktu yang lama untuk terjual 
  2. Dibutuhkan taktik untuk menentukan lokasi yang tepat
  3. Regulasi pemerintah yang cukup berbelit-belit

Kendala dan Solusi Usaha Properti

Kendala dan Solusi Usaha Properti

Dalam bisnis properti, ada juga beberapa kendala yang harus Anda ketahui.

Adapun kendala yang biasanya terjadi di antaranya seperti:

  1. Membutuhkan waktu yang lama untuk meyakinkan calon customer. Sehingga, penjualan properti tidak selalu terjadi setiap hari. 
  2. Tingkat persaingan bisnis properti yang semakin tinggi. 

Solusinya, Anda bisa menawarkan properti ke banyak konsumen potensial.

Gunakanlah sistem pemasaran konvensional maupun online.

Informasikan benefit apa saja dimiliki oleh properti Anda.

Dan pastikan Anda memiliki layanan yang tidak dimiliki di tempat lain agar mampu bersaing. 

Cara Mengelola Keuangan Bisnis Properti

Cara Mengelola Keuangan Bisnis Properti

Mengelola keuangan bisnis adalah hal yang tak kalah penting.

Adapun cara pengelolaan keuangan pada bisnis properti adalah sebagai berikut:

  1. Ketahui dari mana Anda mendapatkan modal untuk memulai usaha. Seperti, melalui investor, pinjaman, dan lainnya. 
  2. Pastikan Anda mengetahui secara pasti berapa modal yang dibutuhkan untuk memulai proyek. 
  3. Lakukan perhitungan yang matang untuk mengetahui titik Break Event Point (BEP). Titik BEP adalah titik di mana seharusnya bisnis harus terjadi pengembalian modal. Misalnya, modal properti Rp1.000.000.000. Nah, modal tersebut harus sudah Anda prediksi kapan bisa didapatkan dari hasil penjualan properti. 

Modal yang Diperlukan untuk Usaha Properti

Modal yang Diperlukan untuk Usaha Properti

Untuk modal yang diperlukan, berikut akan kami paparkan secara lengkapnya. 

Asumsi  

Baca Juga :  Usaha Kue

Modal yang digunakan untuk bisnis jual beli rumah. 

Modal Awal untuk Menjalankan Proyek

Pembelian tanah dan bangunan rumah sebesar: Rp150.000.000

Modal / Biaya Operasional per Bulan

Harga beli rumah dan tanah : Rp150.000.000

Renovasi bangunan yang sudah dibeli : Rp20.000.0000

Biaya listrik dan air : Rp200.000

Biaya telepon : Rp300.000

Transportasi : Rp450.000

Biaya promosi : Rp1.500.000

Biaya perawatan dan kebersihan : Rp750.000

Total biaya : Rp173.200.000

Analisa Keuntungan Usaha Properti

Analisa keuntungan dari modal di atas adalah sebagai berikut:

  • Penjualan rumah: Rp210.000.000
  • Laba bersih: Rp210.000.000 – Rp 173.200.000 = Rp 36.800.000

Perlu Anda ketahui, bisnis properti juga bisa dimulai tanpa modal.

Anda bisa menjadi seorang pialang, atau agen properti. Keuntungan yang didapatkan dari persentasi penjualan Anda.

Misalnya, Anda berhasil menjual properti seharga Rp1 milyar, dengan komisi 3%. Maka, Anda mendapatkan keuntungan sebesar Rp30.000.000.

Target Pasar Bisnis Properti

Target Pasar Bisnis Properti

Target pasar untuk bisnis properti meliputi:

  • Orang yang membutuhkan tempat usaha
  • Pasangan yang baru menikah
  • Perusahaan yang membutuhkan kantor
  • Masyarakat menengah ke bawah dengan target solusi rumah sederhana
  • Masyarakat menengah ke atas dengan target pemasaran apartemen dan rumah mewah

Cara Mengelola SDM Bisnis Properti

Cara Mengelola SDM Bisnis Properti

Bagi Anda yang memiliki karyawan dalam menjalankan bisnis properti.

Tata cara pengelolaan SDM yang tepat perlu diperhatikan untuk kelangsungan bisnis yang lebih baik.

Berikut akan kami jelaskan cara-cara pengelolaannya:

  1. Pelatihan untuk mengembangkan individu
  2. Pengembangan SDM melalui pendidikan untuk meningkatkan kemampuan kerja
  3. Pembinaan
  4. Recruitment untuk memperoleh SDM yang sesuai dengan klasifikasi
  5. Memberikan penghargaan pada karyawan yang berprestasi

Strategi Meningkatkan Profit Bisnis Properti

Strategi Meningkatkan Profit Bisnis Properti

Sama halnya dengan bisnis lain, seperti usaha travel atau usaha kos-kosan.

Bisnis properti juga memerlukan strategi pemasaran yang baik untuk mendapatkan profit yang tinggi.

Adapun strateginya adalah sebagai berikut:

  1. Jeli dalam menentukan lokasi yang strategis. Sebelum memulai proyek, ketahui mana tempat yang strategis dan mana yang kurang potensial. 
  2. Meningkatkan layanan dan jumlah produk yang dijual. 
  3. Jika memungkinkan, tingkatkan nilai jual properti kepada konsumen. 
  4. Perluaslah target konsumen. Dengan begitu, bisnis properti Anda dapat menjaring banyak konsumen potensial. 
  5. Tawarkan produk properti dengan ukuran dan jumlah yang besar. Maka, keuntungan pun akan berlipat. 
  6. Hindari persaingan harga yang tidak sehat. Alangkah lebih baiknya, Anda lakukan penghematan. Caranya dengan mengurangi biaya-biaya operasional yang kurang efektif. 

Strategi Marketing Bisnis Properti

Dalam memulai usaha, pemasaran kerap menjadi persoalan yang cukup berat.

Kemana kita memasarkannya ?

Siapa yang akan membelinya ?

Daripada ribet memikirkannya, berikut akan kami paparkan strategi marketing yang tepat untuk bisnis properti:

  1. Pemasaran dilakukan secara konvensional maupun online. Untuk pemasaran secara online, Anda bisa menggunakan media sosial yang mudah digunakan oleh pemula.
  2. Perhatikan kompetitor Anda. Apa yang dilakukan oleh mereka? Apakah mereka memiliki website atau tidak? Pemasaran seperti apa yang mereka lakukan, bisa Anda tiru untuk bersaing. 
  3. Pastikan customer mudah menghubungi Anda. Masukkan info kontak pada media promosi yang Anda buat. Baik itu melalui promosi banner, media sosial, website, dan lainnya. 
  4. Gunakan jasa fotografer profesional. Karena, foto properti yang menarik, cenderung akan disukai oleh para customer.
  5. Membuat video komersil. 
  6. Menulis kolom di beberapa website properti untuk menyampaikan berita tentang proyek yang sedang Anda bangun. 
  7. Buatlah website pemasaran yang mobile friendly dan menarik. 

Demikian penjelasan lengkap seputar usaha properti. Bagaimana? Tertarik untuk bergelut di bisnis properti? Semoga informasi yang kami jelaskan di atas dapat membantu Anda yang berencana memulainya. 

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply