1647

Usaha Fotocopy

Tak bisa dipungkiri jika usaha fotocopy sekarang menjadi salah satu usaha yang menjanjikan.

Salah satu faktornya adalah tingginya kebutuhan masyarakat akan penggandaan dokumen untuk kelengkapan administrasi baik terkait pekerjaan harian, tugas kampus, ataupun yang berhubungan dengan pengelolaan proyek.

Pengoperasiannya pun cukup mudah. Tidak perlu kemampuan khusus atau ijazah tinggi untuk dapat menjalankan bisnis ini. 

Bisnis Plan Fotocopy

Usaha Foto Copy

Dalam menjalankan bisnis fotocopy ini, tentunya dibutuhkan perencanaan yang matang, di antaranya: 

  1. Lakukan riset untuk lebih mengenali calon usaha penggandaan dokumen ini. 
  2. Buatlah perencanaan yang matang untuk persiapan membuka bisnis fotocopy. 
  3. Survei lokasi yang akan dijadikan tempat usaha, juga merupakan taktik tepat untuk membuat usaha tersebut dapat bertahan lama nantinya. 

Kelebihan dan Kekurangan Usaha Fotocopy

Dalam berbisnis, pasti akan ada kekurangan dan kelebihan yang mengikuti.

Kelebihan dari usaha waralaba penggandaan dokumen ini adalah: 

  1. Mudah dalam menjalankannya lantaran tidak membutuhkan kemampuan khusus untuk mengoperasikan alat fotocopy. 
  2. Relatif stabil sebab bukan termasuk usaha musiman yang hanya berlangsung beberapa waktu. 
  3. Memiliki peluang besar untuk maju karena permintaan dari pasar cukup tinggi. 
  4. Dapat memanfaatkan lahan di rumah yang ada untuk memulai usahanya. 

Kekurangan bisnis fotocopy adalah : 

  1. Dibutuhkan modal awal yang lumayan besar untuk membeli perlengkapan. 
  2. Balik modal relatif tidak bisa cepat, bergantung dari pendapatan bulanan. 
  3. Lokasi menjadi penentu keramaian bisnis fotocopy, mengingat adanya musim liburan bila berada di lingkungan institusi pendidikan. 
  4. Dibutuhkan perencanaan yang matang sebelum memulai usahanya. 

Kendala dan Solusi Usaha Fotocopy

Kendala dan Solusi Usaha Fotocopy

Kendala yang dapat Anda hadapi ketika menjalankan bisnis fotocopy: 

  1. Modal yang besar dapat menghambat dalam memulai usaha. 
  2. Sepi pembeli di waktu tertentu atau karena kejenuhan konsumen. 
  3. Salah memilih lokasi bisnis. 
  4. Tidak adanya perencanaan yang matang di awal. 

Solusi yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi hambatan tersebut: 

  1. Modal dapat dikurangi dengan membeli mesin bekas yang masih layak pakai. Sehingga biaya awal dapat dipangkas hingga 50% dari modal perkiraan. 
  2. Konsumen memang kadang dapat jenuh dengan pelayanan yang monoton, maka Anda dapat mengatasinya dengan memberikan promosi atau diskon yang menarik kepada konsumen setia. 
  3. Usahakan Anda memilih lokasi yang dekat dengan institusi pendidikan seperti kampus atau sekolah. 

Cara Mengelola Keuangan dalam Usaha Fotocopy

Untuk mempertahankan usaha tetap stabil, kemampuan mengelola keuangan pun diperlukan, di antaranya dengan cara: 

  1. Kelola dengan baik pengeluaran dan pendapatan setiap harinya. 
  2. Jangan terlalu kendor terhadap faktur pendapatan dan pengeluaran. 
  3. Pisahkan antara dana pribadi, dana bisnis, serta dana untuk berlibur. 
  4. Catat dengan baik pinjaman pribadi terhadap bisnis dan segera lunasi ketika dana bisnis sudah berjalan stabil. 
  5. Segera lunasi hutang pribadi Anda pada bisnis yang tengah berjalan. 

Modal yang Diperlukan Usaha Tersebut

Modal yang Diperlukan Usaha Tersebut

Rincian Modal

Baca Juga :  Usaha Bubur Ayam
NoKeteranganTotal
1Etalase1.650.000
2Mesin Fotocopy14.500.000
3Alat pemotong keras1.259.000
4Alat laminating500.000
5Printer2.000.000
6PC Komputer5.000.000
7Perlengkapan ATK5.000.000
8Biaya lainnya5.000.000
Total34.909.000

Rincian Biaya Operasional

NoKeteranganTotal
1.Sewa tempat1.500.000
2.Gaji karyawan2.000.000
3. Kertas fotocopy5.000.000
4.Listrik1.000.000
5.Tinta atau toner500.000
6.Sparepart mesin fotocopy500.000
7.Biaya lain-lain1.000.000
Total11.500.000

Jadi, menilik dari kedua rincian tersebut, bila Anda ingin terjun ke usaha fotocopy, maka dibutuhkan modal sebesar Rp34.909.000 + Rp11.500.000 = Rp46.409.000.

Namun, modal tersebut dapat berkurang bila Anda tidak membutuhkan biaya sewa tempat serta tidak perlu menggaji karyawan.

Untuk lebih hemat lagi, Anda dapat membeli mesin fotocopy maupun komputer bekas yang masih layak pakai. Sehingga modal pun dapat dipangkas hampir 50% dari perkiraan awal. 

Analisa Keuntungan Usaha Tersebut

Rincian Asumsi Pendapatan

NoKeteranganTotal
1.Fotocopy 250 per lembar x 1000 x 30 hari7.500.000
2.Print warna 750 per lembar x 100 x 30 hari2.250.000
3. Scan warna 1000 per lembar x 50 x 30 hari1.500.000
4.Laminating 1000 per lembar x 10 x 30 hari300.000
5.Jilid biasa @3000 x 10 x 30 hari900.000
6.Jilid spiral @6000 x 10 x 30 hari1.800.000
7.Jilid laminasi @12000 x 10 x 30 hari3.600.000
8.Pulpen @2500 x 10 x 30 hari750.000
9.Buku tulis @2000 x 10 x 30 hari600.000
10.Penjualan ATK lainnya dalam 30 hari5.000.000
Total24.200.000

Rincian Keuntungan dan Balik Modal

Setelah melihat rincian pendapatan yang mungkin bisa Anda dapatkan dalam 1 bulan, kini saatnya menghitung rincian keuntungan dalam 1 bulan, yaitu: 

Keuntungan = pendapatan per bulan – pengeluaran per bulan

        = 24.200.000 – 11.500.000 = 12.700.000

Dengan keuntungan sebesar kurang lebih Rp12.700.000, maka Anda dapat mengembalikan modal dalam waktu: 

Balik modal = modal awal : laba bersih per bulan

        = 46.409.000 : 12.700.000 = 3,5

Jadi, Anda akan dapat mengembalikan modal kurang lebih 3,5 bulan setelah usaha percetakan tersebut beroperasi, dengan catatan penjualan berjalan dengan baik sesuai dengan rincian di awal.

Bila tidak, maka pengembalian modal akan membutuhkan waktu yang lebih lama, bahkan mungkin bisa mencapai 1 tahun baru bisa balik modal. 

Target Pasar Bisnis Fotocopy

Target Pasar Bisnis Fotocopy

Bisnis fotocopy memiliki pangsa pasar yang cukup luas. Mulai dari:

  • Masyarakat umum biasa
  • Pegawai kantoran
  • Calon karyawan
  • Mahasiswa
  • Siswa
  • Hingga tenaga pendidik. 

Cara Mengelola SDM Bisnis Fotocopy

Cara Mengelola SDM Bisnis Fotocopy

Untuk mendapatkan hasil maksimal, tentu diperlukan cara pengelolaan SDM yang baik, di antaranya dengan: 

  1. Berikan kenyamanan dan keamanan pekerjaan terhadap karyawan. 
  2. Bangun kerjasama tim yang efektif dan efisien. 
  3. Berikan kompensasi atau bonus ketika penjualan mencapai target. 

Strategi Meningkatkan Profit Usaha Fotocopy

Strategi Meningkatkan Profit Usaha Fotocopy

Tentunya, dalam berbisnis dibutuhkan strategi agar profit terus meningkat tiap waktu. Adapun caranya: 

  1. Cari supplier produk yang lebih murah agar Anda dapat memberikan harga di bawah rata-rata tetapi masih mendapatkan keuntungan. 
  2. Lengkapi produk yang Anda jual agar konsumen tidak perlu pergi ke tempat lain. 
  3. Berikan pelayanan yang ramah untuk menjaga konsumen kembali datang lagi. 
  4. Tambah layanan jasa yang bisa Anda tawarkan, misal adanya pencetakan foto, jasa ketik dengan biaya lebih murah. 

Strategi Marketing atau Pemasaran Usaha Fotocopy

Strategi Marketing atau Pemasaran Usaha Fotocopy

Selain membutuhkan strategi yang dapat meningkatkan penjualan, dibutuhkan pula strategi pemasaran yang tepat. Di antaranya: 

  1. Gunakan promosi kreatif untuk menarik minat pembeli, seperti memberikan diskon atau voucher khusus pembeli baru. 
  2. Gunakan akun media sosial untuk mempromosikan layanan yang Anda miliki. 
  3. Tawarkan produk yang jarang terjual tetapi juga dibutuhkan oleh konsumen. 

Kesepuluh poin tersebut, dapat Anda manfaatkan untuk memulai usaha fotocopy. Selamat mencoba dan semoga berhasil. 

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply