308

Usaha Bubur Ayam

Ketika melihat pemandangan antrean orang-orang beli bubur ayam itu merupakan hal biasa.

Betul sekali, usaha bubur ayam memang merupakan salah satu usaha modal kecil yang menjanjikan.

Buat Anda yang ingin mendapatkan penghasilan dengan modal minim bisa mencoba usaha yang satu ini. 

Bisnis Plan Usaha Bubur Ayam 

Bisnis Plan Usaha Bubur Ayam 

Namun sebelum memulainya, Anda harus membuat perencanaan yang matang terlebih dahulu.

Beberapa perencanaan tersebut diantaranya adalah:

  1. Membuat resep bubur ayam yang lezat.
  2. Banyak jenis bubur ayam yang ditawarkan. Lakukan survei untuk mencari informasi menu bubur ayam yang paling banyak dicari oleh konsumen.
  3. Survei lokasi yang strategis untuk berjualan bubur ayam. 
  4. Buat catatan apa saja yang harus disiapkan, misalnya gerobak, spanduk, styrofoam dan lain-lain)
  5. Buat perhitungan kasar berapa modal awal yang harus disiapkan.

Kelebihan dan Kekurangan Bisnis Bubur Ayam

Terdapat beberapa kelebihan dalam menjalankan bisnis bubur ayam ini, yaitu:

  1. Berjualan bubur ayam tidak butuh waktu lama. Jika menu bubur ayam yang disajikan lezat, dalam tempo 3-4 jam sudah bisa menghabiskan ratusan porsi. 
  2. Simpel dan tidak perlu membawa peralatan masak. 
  3. Tidak butuh modal besar. 
  4. Laporan pencatatan keuangan lebih sederhana.
  5. Tidak perlu membuat kartu stok barang.

Sedangkan kekurangan yang ada pada bisnis bubur ayam adalah sebagai berikut: 

  1. Jika cita rasa dan penyajian tidak menarik, ada kemungkinan tidak laku. 
  2. Termasuk jenis makanan yang mudah berair dan basi. 
  3. Kurang nyaman jika dimakan saat dingin.
  4. Harus menyiapkan banyak topping seperti kacang, cakwe, irisan telur, irisan ayam, daun seledri dan lain-lain. 

Kendala dan Solusi Bisnis Bubur Ayam

Kendala dan Solusi Bisnis Bubur Ayam

Kendala yang kerap dihadapi saat berjualan bubur ayam adalah sebagai berikut: 

  1. Lokasi yang tidak strategi bisa membuat penjualan bubur ayam sepi pelanggan. 
  2. Persaingan yang ketat, hampir setiap sudut jalan menawarkan aneka menu bubur ayam.
  3. Tidak bisa menjual dengan harga tinggi karena banyaknya pesaing. 
  4. Terikat oleh waktu dan tidak bisa berjualan sepanjang hari karena pelanggan umumnya hanya membeli bubur ayam saat pagi untuk sarapan atau malam hari saat cuaca dingin. 
  5. Harus disajikan dalam keadaan hangat. 

Solusi untuk menghadapi berbagai kendala yang muncul diantaranya adalah: 

  1. Lakukan survei terlebih dahulu mengenai lokasi strategis yang banyak dilalui orang.
  2. Berikan pelayanan dan fasilitas lebih untuk mengatasi harga yang rata-rata sama. 
  3. Sajikan dengan susunan topping yang lebih menarik dan variatif.
  4. Harus menyediakan kompor dan gas LPG yang standby untuk menghangatkan bubur selama berjualan. 
  5. Jaga kualitas bubur, baik dari cita rasa sampai dengan bentuk penyajian. Beri kemasan yang mampu menyimpan panas dengan lama.

Cara Mengelola Keuangan Bisnis Bubur Ayam

Cara Mengelola Keuangan Bisnis Bubur Ayam

Seperti bisnis pada umumnya, Anda juga harus bisa mengelola keuangan usaha bubur ayam tersebut.

Dengan pengelolaan keuangan yang tersusun dengan rapi bisa membuat usaha yang Anda semakin berkembang pesat.

Adapun cara mengelola keuangannya adalah sebagai berikut: 

  1. Buat catatan setiap hari mengenai jumlah porsi bubur ayam yang terjual. 
  2. Catat juga pengeluaran yang berhubungan dengan bubur ayam.
  3. Antara uang pribadi dan uang penjualan jangan dijadikan satu agar terlihat berapa hasil yang diperoleh setiap harinya. 
  4. Jangan lupa siapkan uang kecil untuk kembalian. Sebelum menghitung hasil penjualan, jangan lupa sisihkan dan kembalikan uang kecil tersebut untuk modal esok hari. 

Modal yang Diperlukan Bisnis Bubur Ayam

Modal yang Diperlukan Bisnis Bubur Ayam

Modal Awal

Baca Juga :  Usaha Cuci Helm

Keterangan Total

  • Gerobak atau stand kecil Rp2.500.000,-
  • Etalase kecil Rp400.000,-
  • Spanduk Rp150.000,-
  • 1 set meja makan + 5 kursi Rp800.000,-
  • 2 lusin peralatan makan Rp750.000,-

(mangkok, sendok, gelas)

  • Panci besar Rp250.000
  • Kompor gas Rp400.000,-
  • 2 tabung Gas Elpiji Rp500.000,-

Total modal yang harus disiapkan adalah sebesar Rp5.750.000,-

Biaya Operasional 

  • Kemasan pembungkus bubur ayam Rp300.000,-

(tempat styrofoam,sendok plastik, dan lain-lain)

  • Peralatan tambahan Rp300.000,-

(tisu,tas plastik, dan lain-lain)

  • Beras (6 kg x Rp10.000/kg x 30 hari) Rp1.800.000,-
  • Daging Ayam (1,5 kg x 24.000/kg x 30 hari) Rp1.080.000,-
  • Rempah untuk topping Rp75.000,-
  • Minuman (air putih kemasan, teh, gula) Rp.1.500.000,-

Total biaya operasional adalah sebesar Rp5.055.000,-

Analisa Keuntungan Bisnis Bubur Ayam

Sebagai contoh, berikut ini hasil analisa keuntungan dari usaha bubur ayam

Keterangan Total :

Modal awal Rp5.750.000,-

Biaya operasional dalam satu bulan Rp5.055.000,-

Penjualan bubur ayam  dalam satu bulan:

@ Rp10.000,- x 50 porsi x 30 hari Rp15.000.000,-

Keuntungan yang diperoleh adalah : 

Hasil penjualan – (modal + biaya operasional) = Keuntungan

Rp15.000.000,- – (Rp5.750.000,- + Rp5.055.000,-) = Rp4.195.000,-

Balik modal : 

(Modal + biaya operasional) / keuntungan = balik modal

(Rp5.750.000,- + Rp5.055.000,-) / Rp4.195.000,- = 2,576

Kesimpulannya adalah, berdasarkan data di atas modal yang Anda tanamkan untuk usaha bubur ayam akan kembali dalam kurun waktu 2.5 bulan. 

Target Pasar Bisnis Bubur Ayam

Target Pasar Bisnis Bubur Ayam

  • Masyarakat umum
  • Orang dewasa
  • Orang tua
  • Mahasiswa dan pelajar
  • Karyawan atau pegawai

Cara Mengelola SDM Bubur Ayam

Cara Mengelola SDM Bubur Ayam

Berbeda dengan usaha cuci motor atau usaha cuci mobil yang membutuhkan banyak SDM, untuk setiap gerai bubur ayam hanya butuh sedikit SDM.

Bahkan sebagai pebisnis pemula, usaha ini bisa Anda kelola secara mandiri.

Namun jika saatnya nanti Anda akan dibantu oleh para pekerja, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar mereka betah, diantaranya adalah: 

  1. Buat peraturan yang jelas, misalnya mengenai gaji dan bonus (jika ada)
  2. Boleh bersikap tegas asalkan tidak terlalu keras.
  3. Mau menerima masukan yang positif dari para pegawai.

Strategi Meningkatkan Profit Bubur Ayam

Strategi Meningkatkan Profit Bubur Ayam

Agar usaha bubur ayam tidak mengalami kemunduran, dibutuhkan strategi yang jitu untuk meningkatkan profit penjualan, diantaranya adalah sebagai berikut: 

  1. Jaga kebersihan gerai dan peralatan makan.
  2. Sajikan dengan baik, beri sentuhan seni agar terlihat menarik.
  3. Beri pelayanan yang memuaskan seperti pelayanan yang cepat dan ramah terhadap pelanggan. 
  4. Tawarkan tambahan topping atau menu pendamping kepada pelanggan.
  5. Buka cabang jika dirasa sudah mampu.

Strategi Marketing atau Pemasaran Bubur Ayam

Setiap bisnis yang dijalankan pasti membutuhkan strategi pemasaran yang tepat agar bisa berkembang dengan pesat, begitu pula dengan penjualan bubur ayam.

Ada beberapa strategi marketing jitu yang bisa Anda terapkan dalam bisnis bubur ayam ini, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Buat banner yang menarik agar orang yang lalu lalang penasaran dan tertarik untuk mencoba menu yang Anda tawarkan.
  2. Buat tampilan gerai /gerobak Anda dengan desain yang berbeda dengan gerai bubur ayam pada umumnya.
  3. Foto bubur porsi lengkap dan promosikan ke akun media sosial milik Anda. Jangan lupa sertakan kata-kata yang menarik dan nomor handphone yang bisa dihubungi jika ada yang tertarik untuk melakukan order. 

Usaha bubur ayam dengan modal kecil jika dikelola dengan baik akan bisa menghasilkan keuntungan yang berlipat ganda.

Terapkan 10 poin di atas pada usaha yang Anda miliki, bekerja keras dan berdoa. Hasil akhirnya serahkan kepada Sang Pencipta. Semoga sukses. 

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply